Ramadhan ohh Ramahdan..... Bulan suci yang menyimpan begitu banyak hal..saya sakin, setiap orang dibulan ini pasti punya banyak harapan, at least ya pengen jadi lebih baiklah dari yang lalu. Allah yang Maha Penyayang selalu mengasihi hamba-hambanya yang walau mereka jahat pada-Nya, Ia tak pernah jahat pada mereka. Itulah sifat Tuhan, yang membedakannya dengan ciptaan-Nya.
Hmm entah kenapa, hari ini saya senang sekali bicara tentang cinta :) , bicara tentang cinta itu sendiri kadang kita tidak menyadari betapa Tuhan sangat menyayangi kita, atas nama cinta kita mencintai seseorang setulus hati, sedalam dalamnya, dan sesuci-sucinya. Ya, kita mencintai makhluk-Nya, kita mencintai ciptaannya. Sering kita mengungkapkannya, aku mencintaimu sayang, aku menyayangimu kasih...tapi pernahkah berpikir untuk mengatakan itu pada Tuhan? Sebagian dari kita mungkin iya, tapi sebagian lagi mungkin baru sadar tak pernah ia merasa begitu mesra pada Tuhan....
Bukan maksud saya menggurui, saya bukan seorang ahli agama yang tahu segala hal, apalagi berkaitan dengan cinta kepada Tuhan semesta alam, saya hanya ingin berbagi, berbagi tentang hal yang pernah saya rasa dan ingin terus saya jaga. Ini tentang cinta kawan... hal yang menurut semua orang sangat indah dan tak kan tertandingi kekuatannya... Tapi perlu diingat, ini bukan tentang cinta kita pada seorang pria/wanita yang kita kasihi...ini melebihi itu semua...cinta yang tak akan pernah lekang oleh waktu, cinta yang akan pernah menyakiti, cinta yang tak kan mungkin tertolak, cinta yang akan membawa kita pada kebahagiaan yang sebenarnya...

Setiap orang pasti punya jalan masing-masing untuk mendapatkan cinta ini, begitu pun dengan saya. Saya sangat bersyukur pernah mengalami saat saat luka yang membuat saya akhirnya tersadar bahwa Allah lah yang pantas berada di puncak tertinggi hati kita....Ya, itu jalan saya, dahulu saat saya merasa sendiri, kesepian, takut dan cemas....Hanya Dia yang selalu ada untuk saya, menemani setiap tetesan air mata yang mengalir di wajah saya... Hanya Dia yang selalu tetap bersama saya ketika saya merasa sepi dan tak ada kawan untuk berbagi...ya, kata-kata itu yang membuat saya akhirnya tersadar... "Hanya Dia, hanya Allah saja" ....tak ada yang lainya....
Kala itu saya berfikir, kenapa baru sekarang saya sadar betapa Dia begitu mencintai saya, dan mengapa pula cinta saya pada makhluknya lebih besar dibanding cintaku pada-Nya... Betapa merasa bodohnya saya waktu itu, tapi tak apa...setidaknya mulai hari itu saya tahu, kepada siapa saya pantas mencinta. Lalu bagaimana dengan belahan hati kita? bukankah kita juga punya rasa cinta untuk menyayangi sang pujaan hati? Ya, anda benar...benar sekali kawan...tapi janganlah sampai cinta pada pujaan hatimu melebihi cintamu pada-Nya...ini memang tidak mudah, sangat sulit malah, saya pun mengakuinya. Tapi ingan kawan.. ini bukanlah hal yang mustahil. Tak perlulah kita menunggu banyak cobaan datang untuk memulai mencintai-Nya...
Saya yakin jika kita sudah punya niatan, apalagi niatnya lillahitaa'la, Allah pasti memudahkan jalan untuk kita, mari berlomba-lomba meraih cinta-Nya, Ridha-Nya, dan kasih sayang-Nya....karena sesungguhnya, hanya kepada Allah lah kita akan kembali.
QS At-Taubah 24
Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.