Bilal ialah seorang budak yang tidak punya kekuasaan apapun. Semua kehidupannya bergantung pada sang tuan, Umayah bin Khalaf. Suatu waktu orang-orang ramai membicarakan rasulullah beserta agama yang dibawanya, termasuk tuan Bilal dan teman-temannya pun ramai memergunjingkan rasul dan ajaran suci yang dibuatnya. Mereka sebenarnya mengakui kebaikan Nabi, kejujuran, ketulusan, serta akhlak nabi, hanya saja mereka mengingkari Nabi karena mereka begitu kuatnya mempertahankan tradisi nenek moyang mereka yang menyembah berhala.
Karena keingintahuannya yang besar, maka pergilah Bilal untuk menemui rasul dan menyatakan keislamannya. Kemudian selanjutnya, Bilal menyembunyikan keislamannya hingga pada suatu hari majikannya mengetahui bahwa ia telah masuk islam. Umayah dan teman-temannya pun kalap dan marah besar, walaupun pada awalnya ia berfikir dengan masuknya 1 orang budak ini tentu tidak akan mungkin membuat islam jaya.
Cobaan pun mulai mendera Bilal. Dalam keadaan tak berbusana, Bilal dibaringkan di atas bara agar ia mau meninggalkan agamanya dan mencabut pengakuannya, namun ia menolak. Lalu pada suatu waktu di tengah hari yang sangat panas, ia dilempar keluar dalam keadaan tak berbusana. Ia dilempar pada pasir yang sangat panas, lalu dalam keadaan berbaring, dijatuhkanlah baru besar yang sangat besar dan panas keatas tubuh dan dadanya. Siksaan kejam ini terus mereka lakukan hampir setiap agar Bilal mau meninggalkan islam dan kembali menyembah Uzza dan Lata, berhala yang disembah sang tuan.
Namun keteguhan hati Bilal yang selalu menolak membuat Umayah bin Khalaf pun lelah dan hampir putus asa. Suatu saat ketika Bilal kembali disiksa, datanglah Abu Bakar kemudian ia pun menebus Bilal dan membebaskannya dari Umayah bin Khalaf. Bilal pu akhirnya mengikuti rasul hijrah ke Madinah. Suatu ketika tentara quraisy datang menyerang Madinah dan terjadilah peperangan. Pada perang badar tersebut, Umayah bin Khalaf pun akhirnya mati ditangan Bilal, orang yang selama ini menjadi bulan-bulanannya. Hari-hari berlalu, kemudian Mekah pun dibebaskan. Rasul beserta kaum muslimin memasuki kabah dan membersihkan semua berhala-berhala yang ada disana. Pada akhir kehidupannya, Bilal berpulang ke Rahmatullah di Syiria sebagai pejuang dijalan Allah sesuai dengan keinginnannya.