"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu itu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluargaku, dan air yang sejuk"
Wednesday, 25 July 2012
Doa Nabi Daud Tentang Cinta
Pepatah Wulan
Hhh... hidup hidup
memang menyenangkan, walau terkadang dihiasi bumbu-bumbu yang agak asem, malah kadang pahit
Tapi, ya namanya hidup... ga asik juga kan kan kalau terus-terusan seneng atau bahagia..
Serasa ga ada tantangan!
Pelajaran hari ini yang dapat saya simpulkan... :
- kalo ada orang ngeluh tentang dirinya, kita jangan suka ngeluh juga. Orang ngeluh tanda tak mampu! bikin lawan jadi seneng, setan pun ikut ketawa.
- kalo ada orang nyebelin, jangan sampai kita nyebelin juga buat orang lain. Orang nyebelin ga diharepin keberadaannya!
- Kalo ada orang bikin kita marah, inget sabar sebelum bales marah. Orang marah cepet tua!
- kalo ada orang bikin kita kesel ato pengen ngelempar orang pake sepatu, kita jangan kebawa emosi dan bales lempar orang pake sepatu juga. Buang-buang rejeki dan tenaga namanya!
Aah pokoknya, peduli amat deh orang lain mau bikin kesel kita ato ngga, yang penting kita tetep menjalankan kehidupan ini dengan cara terbaik kita. Toh pada akhirnya nanti, ini adalah urusan kita dengan Allah, bukan urusan mereka dengan kita. Kalo mau bales dendam itu ga bijak, karena semua perbuatan akan di bales oleh yang empunya, alias Allah SWT. Jangan sampai kehidupan yang kita jalani ini terpengaruh atau jadi galau gara-gara tingkah laku buruk orang lain. Siapa yang menanam, tentu ia juga yang akan menuai..Betul tidak sodara-sodara? Gitu aja kok repot...
Bawa santai aja, kaya di pantai, ngehirup angin sepoi sepoi . . . :)
Tuesday, 24 July 2012
Puisi Untuk Tuhan
Tuhan, tolong sayangi keluargaku, saudaraku, sahabatku, dan orang yang aku cintai. Semua keterbatasanku tak dapat melindungi mereka karena jauhnya jarak. Aku tahu, Engkaulah yang Maha Melindungi, oleh karenanya tak ada keraguan padaku untuk menitipkan mereka pada-Mu.
Tuhan, jika aku belum dapat membahagiakan mereka, maka berikanlah berjuta rahmat dan karuniamu untuk mereka. Aku tahu, engkaulah yang Maha Kaya dan Pemberi, maka tak ada salah jika aku memohon hanya pada-Mu.
Tuhan, hamba tahu bahwa Engkaulah sang Maha Pengabul doa, maka sungguh tak perlu hamba takut jika doa-doa hamba tak terdengar.
Tuhan, jadikan aku pencinta-Mu. Pecinta yang menyembahMu karena cinta... Bukan karena adanya syurga dan neraka-Mu...
Aminn ya rabbal alamin...
Friday, 20 July 2012
Doa di Awal Ramadhan
Alhamdulillah ya Allah
Engkau masih perkenankan kami untuk bertemu bulanMu yang penuh rahmat ini...
Tak ada yang kami inginkan selain hanya keridhaan dan ampunanMu ya Rabb...
Sudah terlalu banyak dosa dan kesalahan yang kami lakukan
Bukan hanya kepadaMu wahai Tuhan kami, tapi juga pada sesama kami...
Mungkin sudah terlanjur malu kami sering bertaubat
Namun semua kesalahan terulang kembali...
Sesungguhnya Engkaulah Tuhan yang Maha Pengampun...
Maka ampunilah kami ini Tuhan..
Semua kesalahan yang kami lakukan itu karena kebodohan kami ...
Bukan untuk menentangMu atau menyaingiMu..
Duhai Tuhan kami yang Maha Pengasih
Tautkanlah hati-hati kami hanya kepadaMu ...
Bimbinglah agar kami tetap berada dijalanMu yang lurus..
Jauhkanlah kami dari semua yang bisa membuat kami jauh dari padaMu...
Wahai Tuhan kami yang Maha Berkuasa
Jagalah hati kami agar tak terlalu mencintai dunia ini..
Dunia yang hanya sesingkat kedipan mata...
Dunia yang ditinggali hanya dalam beberapa puluh tahun saja...
Duhai Allah sang Maha Berkehendak
Relakan kami, ikhlaskan kami dalam menerima semua kehendakMu..
Jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang berkufur nikmat...
Jauhilah kami dari sifat mengeluh Tuhan...
Mudah-mudahan
Kami bisa selalu bertauhid padaMu Tuhan...
Sampai akhir nafas kami tiba...
Jadikan Ramadhan ini jalan kebaikan untuk kami
Amin ya rabbal alamin
Thursday, 12 July 2012
Sedikit kutipan
Jika sewaktu-waktu keburukan kita terbongkar, sadari bahwa itu ialah alat bagi kita untuk berevaluasi. Jangan berburuk sangka dulu pada Allah, karena hal tersebut akan menjadi jalan untuk gugurnya dosa-dosa kita. Yang tidak kita sadari ialah bahwa dosa-dosa kita jauh lebih besar dari pada keburukan atau aib kita yang terbuka itu.
Apa yang telah Allah Ambil ialah milikNya, dan apa yang telah Allah beri adalah milikNya. Allah telah menentukan segalanya sesuai pada waktunya, maka janganlah kita meminta untuk disegerakan, karena janji Allah ialah tepat.
Thursday, 5 July 2012
Ujian Hidup Sampai Akhir Hayat
Ujian hidup, dua kata yang terdengar cukup berat dan membuat kita menghembus nafas lebih panjang. Setiap manusia yang sudah terlahir ke dunia ini harus menerima setiap konsekuensi yang ditetapkan baginya. Ia akan menemui berbagai macam kesenangan hidup, bahagianya berkumpul dengan keluarga, senangnya berbagi dengan pasangan, puasnya gelar pendidikan yang tinggi, dan berbagai macam kesenangan lainnya. Namun disatu sisi, manusia juga harus menerima setiap kerikil tajam yang akan menghampiri hidupnya. Menghampiri setiap detik langkahnya.
Setiap cobaan yang ditetapkan untuk manusia, bisa saja datang bertubi-tubi. Sampai kita merasa tak kuat lagi, tak tahan lagi dengan kehidupan ini. Bisa jadi harta yang telah kita usahakan bertahun-tahun hilang dalam sekejap, pendidikan yang tinggi tak kunjung membuahkan pekerjaan, orang yang sangat kita cintai pergi meninggalkan kita, penyakit serius membuat kita tak mampu lagi beraktivitas, atau bahkan aib aib buruk kita yang tersebar ke publik. Semuanya ialah hal yang mungkin saja kita alami nanti.
Sejatinya, setiap hal yang terjadi ialah atas kehendak Allah. Ia menimpakan kita berbagai macam kebaikan dan keburukan. Kebaikan yang yang ia turunkan semata-mata ialah untuk membahagiakan kita, tapi bisa saja ia menjadi ujian apakah kita masih akan tetap bersyukur atau malah kufur. Begitupun dengan keburukan yang ia timpakan pada kita, semuanya ialah cobaan terhauntuk para hamba Allah. Ujian ditimpakan-Nya untuk melihat sejauh apa kita mampu bertahan, bertahan untuk-Nya. Allah mencintai kita melebihi diri kita sendiri. Apakah mungkin Ia memberi cobaan untuk menyakiti kita? tentu tidak, Ia hanya ingin melihat apakah dengan ujian-ujian itu kita masih tetap menyembahnya ataukah justru berpaling dan menjauh.
Allah Maha tahu keadaan diri kita. Ketika seorang manusia merasa tak kuat lagi dengan beban kehidupan yang dipikulnya, janganlah lupa akan janjinya bahwa Ia tak kan menguji sesuatu diluar kemampuan kita. Itu artinya, seberat dan seburuk apapun yang yang terjadi, kita pasti bisa melewatinya. Kesabaran dan keteguhan hatilah yang harus terus diperjuangkan untuk itu semua.
Iman yang ada dalam diri kita memang selalu naik dan turun. Suatu saat, jikalau kita berada dalam keimanan terendah dan ujian datang kian menghimpit, kembalilah lagi padaNya, datanglah lagi dan mohonlah ampun padaNya. Sesungguhnya ia selalu menerima kita dan mencintai kita. Ingatlah Ia selalu agar Ia pun selalu ingat pada kita.
Percayalah, ketika setiap hamba diuji olehNya, mungkin saat itu kita sudah melangkah terlalu jauh dariNya. Ia yang Maha Pengasih sangat ingin hamba-hambanya bersih dari dosa, lalu Ia turunkan cobaan hidup untuk menggugurkan dosa-dosa kita yang sudah menggunung. Betapa penyayangnya Allah jika kita mau melihat hal buruk dari sudut pandang yang lain. Abu Al Mughiroh berkata, Allah mencintai kita padahal ia tidak membutuhkan kita, sedang kita marah kepadaNya padahal kita membutuhkanNya. Maka, alasan apa lagi yang membuat kita marah padaNya jika nanti cobaan datang pada kita?
Saudaraku, ujian hidup itu selalu datang sampai kita menghembuskan nafas terakhir kita. Setiap kali suatu ujian terselesaikan, maka akan datang lagi ujian lain dengan bentuk yang beragam. Tetaplah bersabar dan berdoalah agar hati kita tetap tertaut padaNya. Janganlah berputus asa dari rahmatNya, Ia tak pernah menginginkan keburukan pada kita, justru Ia selalu berharap kemudahan bagi diri kita. Setiap ujian-ujian hidup pada akhirnya hanya akan bermuara pada dua pilihan. Apakah Allah yang kita pilih, ataukah Illah lain selainNya. Ya, Allah hanya ingin menguji, apakah kita bisa benar-benar mencintaiNya. Memilih Ia ketika begitu banyak orang-orang menyayangi kita, ketika begitu banyak orang yang menghujat kita. Sungguh hanya Allah lah tempat kembali, semoga Allah selalu menautkan kembali hati kita padaNya setiap kali kita pergi menjauh dan membuatNya kecewa.
Sunday, 1 July 2012
Utu Ku Sayang, Utu Ku Malang
Kepada para pembaca setia, saya akan jelaskan bahwa utu bukanlah sepotong makanan, pakaian, apalagi merk sepatu. Ia adalah seekor anak kucing hutan yang kami pelihara. Umurnya masih sangat muda, sekitar 2 bulan. Wajahnya begitu imut dan mungil, namun nampak sedikit sangar, mungkin bisa dibilang malah mirip macan. Warna bulunya cokelat loreng hitam keemasan, terlihat unik dan sangat lucu. Utu bukanlah sejenis kucing yang bersuara meong meong, suara serak namun tegasnya terdengar begitu nyaring dan menggemaskan. Benar-benar makhluk dari hutan. Kami begitu menyayanginya, semua tingkah laku Utu mengundang senyum dan membuat penasaran.
Ketika pertama kali ia tiba di rumah kami, badan kecilnya terlihat amat rapuh. Berjalan pun ia begitu tertatih, minum pun belum bisa sendiri sehingga kami terus menyuapinya. Suatu hal yang cukup berbeda, karena bukanlah kultur keluarga kami untuk memelihara kucing apalagi kucing hutan, namun kedatangan Utu kerumah ini telah aku nantikan sejak lama dan kami semua menerima Utu dengan senang hati.
Makhluk mungil dan menggemaskan ini benar-benar membuat hidup kami lebih berwarna. Kami melakukan banyak hal dengan lebih bersemangat, seolah punya anggota keluarga baru. Kami menyiapkan kandang untuknya, membeli semua perlengkapan yang ia butuhkan, dari mulai tempat makan, makanannya, sampai pasir untuk tempatnya buang air.
Setiap pagi, siang dan malam hari, kami memberinya makan. Beberapa hari pertama kami selalu menyuapinya, namun kemudian Utu mulai mengerti bagaimana cara makan, dan ia pun sudah mulai bisa makan sendiri. Kami benar-benar semakin menyayangi Utu.
Setiap hari, Utu semakin lincah dan bersahabat dengan kami. Ia selalu mengikuti kami kemanapun kami melangkah. Ia berlari kesana kemari mengikuti gerakan kaki dan tangan kami. Sering setiap kali selesai makan, Utu naik ke telapak tangan kami dan langusng tertidur dengan pulasnya. Semua hal tersebut membangun keeratan diantara kami.
Utu, sekarang kau telah tiada. Kami bahkan kami tidak pernah tahu persis apa penyebab kematianmu. Sungguh suatu hal yang sangat menyedihkanku kala harus berpisah dengan seekor kucing yang sudah aku anggap bagian keluargaku. Benar, Utu memang hanya seekor anak kucing, tapi ia lebih dari sekedar itu bagiku. Tak akan ada lagi suaranya yang khas, tak bisa kulihat lagi larinya yang lincah, tak bisa lagi kuraih kakinya saat ingin menggendongnya, dan tak bisa lagi aku elus bulu halusnya yang indah itu.
Utu, walaupun hanya 11 hari engkau hadir di kehidupan kami, tapi kenangan itu tak kan pernah kami lupakan. Terima kasih atas semua hal yang telah kau beri untuk kami, candamu, elusanmu, dan juga keindahanmu. Semoga Allah mempertemukan kita lagi kelak. Kami benar-benar akan selalu merindukanmu Utu... :’)
Selama Apapun Kalian Bersama, Akan Lebih Lama Lagi Kalian Berpisah
Minggu siang ini, nampak berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya. Sebuah keluarga tercinta yang selalu berkumpul bersama akhirnya harus berpisah. Sebenarnya ini bukan cerita sedih atau mengharukan, ini hanya sebuah guratan kata-kata tentang kisah yang ingin aku tulis saja.
Lihatlah kembali judul tulisan ini, Selama Apapun Kamu Bersama, Akan Lebih Lama Lagi Kamu Berpisah,saya teringat akan malam-malam beberapa tahun lalu ketika papa menceritakan cerita-cerita masa lalunya. Cerita tentang perjuangan, pahit, getir dan bahagianya kehidupan yang ia lalui selama lebih dari setengah abad lamanya. Kala itu, satu dari saudaraku telah menyelesaikan kuliahnya dan tibalah saat baginya untuk pergi memulai kehidupan baru dan perjuangan baru di tempat yang baru pula. Seorang ayah yang sudah puluhan tahun membesarkan tentu pasti merasa senang jika melihat anaknya sudah bisa berdiri sendiri, namun tentu perasaan sedih dan kehilangan terkadang hinggap tatkala ia sadar bahwa mulai hari esok, ia tak kan melihatnya lagi di setiap paginya. Walau tak pernah ia perlihatkan perasaannya itu, tapi aku bisa merasakan apa yang ada di dalam hatinya.
Malam itu jugalah ia berkata padaku, bahwa aku harus selalu bersyukur atas kebersamaan yang selama ini masih bisa aku rasakan, walau terkadang kesal dan resah selalu aku rasakan saat mereka mengganggu atau bermain denganku. Ku lihat matanya, begitu dalam ia mengenang semua masa lalu saat ia berkumpul bersama keluarganya. Kini semua sudah memiliki kehidupan masing-masing, mereka sudah berada jauh dan mungkin hanya bertemu sesekali dalam beberapa tahun lamanya.
Aku pun terbawa suasana, semua kenangan tentang kebersamaan kami selama bertahun-tahun terlintas begitu jelas di kepalaku. Haru aku membayangkan semuanya. Lalu papa berkata lagi padaku, bersyukurlah dengan kebersamaan ini, nikmati saja semuanya, senangnya, sedihnya, karena selama apapun kalian hidup bersama, akan lebih lama lagi kalian berpisah. Ya, benar sekali, ungkapku dalam hati. Mungkin hari ini aku masih hidup bersama ayah, ibu, dan kakak-kakkku, tapi mungkin hanya dalam beberapa tahun lagi semua akan berubah. Aku mulai menyesal telah terlalu sering mengeluh. Betapa kebersamaan ini akan segera berakhir dan memulai kehidupan baru di tempat baru.
Ya, sama seperti minggu siang ini. Minggu dimana satu saudaraku kembali pergi untuk memulai kehidupan barunya. Perkataan papa memang benar, dan mulai hari ini walaupun sendirian, aku akan terus menikmati kebersamaan yang masih bisa aku rasakan bersama papa, mamah, dan sepupuku. Semua harus benar-benar dilewati dengan senyuman dan keikhlasan, sebelum kita punya kehidupan baru dan pergi selama waktu yang tak pernah kita tahu berapa lamanya.
Kebersamaan memang indah, tapi jika kita terus berkumpul saja, tentu tak akan membuat perubahan. Beberapa harus pergi keluar agar kita mendapat hal yang lebih baik lagi..
Jalani saja, nikmati saja, sebelum semuanya berakhir tanpa kita sadari..
Subscribe to:
Posts (Atom)