Wednesday, 26 September 2012

Awas Ada Kecoaaa....

Kecoa, mendengar namanya sudah pasti semua orang pernah bertemu dengan makhluk yang satu ini. Respon mereka pun tentu beragam, ada yang acuh tak acuh, lari terbirit-birit, sampai pipis dicelana ( lebay keterlaluan). Sepintas, hewan mungil ini memang biasa-biasa saja, namun sebenarnya ia memiliki banyak rahasia. Kali ini saya tidak akan mencerikatan rahsianya, karena saya tidak peduli dan membuka aib/ rahasia itu dosa, hhe. Saya lebih tertarik untuk menceritakan pengalaman saya dengan makhluk menyeramkan yang orang bilang itu Kecoa.

          Saya memang anti kecoa, bisa dibilang benci banget dengan yang namanya kecoa atau cucunguk atau lagi cenguguk dll. Bukan maksud saya untuk menyudutkan hamba Allah yang satu ini, tapi memang begini adanya. Kehadiran makhluk kecil ini  selalu membuat bulu kuduk saya berdiri dan berlari, huhu. Ini dimulai ketika saya mengalami kejadian buruk dahulu kala, dan kalian tahu, kecoalah yang menjadi pemeran utama dalam kisah itu! >.<’

          Kala itu matahari bersinar terik, dan entah mengapa perutku mulai berkontraksi meminta nasi. Aku dan kedua kakakku pun berinisiatif menggoreng udang yang ada didalam kulkas. Ibuku yang bekerja diluar memang sengaja menyiapkan udang segar yang sudah bersih, jadi jika kami lapar, kami hanya perlu menggoreng udang tersebut.

Ceritanya, saat itu aku masih kecil, jadi kedua kakakku lah yang menggoreng semua udang itu. Tak sabar menanti, udang crispy pun akhirnya matang, kemudian ia membaginya kedalam 3 piring. Kami mulai mengambil nasi dan pergi ke meja makan. Aroma udang goreng itu sangat harum dan menambah nafsu makanku. Kulihat kedua kakakku sudah mulai memakan sedikit demi sedikit udang-udang itu. Aku pun tak mau ketinggalan, kucomot 1 udang berukuran besar dan mulai mengunyahnya. Rasanya yang enak membuatku melahap lebih banyak nasi dihadapanku.

Belum lama berselang, aku memperhatikan udang-udang yang terpampang di piringku. Kelihatannya ada yang berbeda, memang sejak tadi aku memperhatikannya, tapi baru sekarang aku melihatnya lebih jelas lagi. Aku yang semakin penasaran mulai membalikkan udang goreng itu dengan sendokku. Lalu, betapa kagetnya aku ketika sadar bahwa udang yang satu itu adalah kecoaa....! Aaarrghhhhh tidaaakk..... Aku berteriak sangat kencang, wajahku yang histeris membuat kedua kakakku kaget dan segera melihat ke piringku. Sambil menangis  heboh aku tunjukkan kecoa goreng itu pada mereka! Bagaimana mungkin kecoa itu visa ikut tergoreng dengan udang-udang itu... dan sampai hari ini pun, aku masih belum mendapatkan jawabannya. Sungguh ironis...

Sambil menangis sesenggukan aku memuntahkan nasi yang ada di mulutku, tentu saja karena merasa jijik. Walaupun aku tak memakan kecoa itu, tapi tetap saja tadi ia berada bersama udang-udangku... Sungguh merupakan hari yang malang dan takkan pernah kulupakan. Yang lebih menyebalkan lagi, kedua kakakku malah mentertawakanku, bagi mereka ini merupakan cerita seru dan menyenangkan.

Huuhh, sejak saat itu, kurasakan hal yang berbeda tiapkali bertemu dengan kecoa. Rasa benci, takut, dan dendam bercampur aduk. Walaupun benci dan ingin balas dendam, tapi aku selalu takut dan lari jika melihat kecoa. Ahh tidakk, bagiku mereka seperti monster, yang walaupun kecil, tapi dapat mematikan. Tak jarang aku menabrak dinding kamar ataupun pintu kamar mandi jika aku tiba-tiba melihatnya. Sungguh, sampai kapan aku harus begini....... tidaaakkkkk

Inilah pengalamanku hidup bersama sang kecoa. Mudah-mudahan pembaca yang budiman tak mengalami hal serupa. Amin ya Allah.... Mohon maaf atas segala kekhilafan, Wassalamualaikum Wr.Wb

No comments:

Post a Comment