Saturday, 19 January 2013

Juz Ama

Seperti biasa aku selalu menuliskan hal-hal yang kuanggap berkesan dalam hidupku. Hari ini aku ingin berbagi dengan pembaca sekalian tentang ceritaku saat menghapalkan surat-surat di juz terakhir Al-Qur’an. Ya, entah  terdengar rajin, aneh, atau bahkan lucu, yang jelas hal itu benar-benar sedang aku lalukan. Mulai tahun ini, kampusku mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk hafal 1 juz Al-Qur’an sebagai syarat mengikuti sidang, dan bagiku ini sungguh WOW, hahahaha.
Awalnya memang sangat kaget sekali aku mendengarnya, tak terbayang bagaimana susahnya menghafalkan surat-surat panjang yang hampir satu halaman itu.  Setiap kali aku membayangkannya saja sudah shock dan yakin tidak mampu.

Namun, waktu terus bergulir, hingga aku melihat beberapa temanku mulai hafal sedikit sedikit surat-surat panjang itu. Tentu saja, aku kembali berfikir, kalau mereka saja bisa, kenapa aku tidak? Mulai hari itu tumbuhlah perlahan rasa yakin dan percaya diri untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an yang sebelumnya sangat aku takuti itu. Dan yapp, aku yang sebelumnya hanya menghafal surat-surat pendek seperti At-Thariq, Al-Bayyinah, dll pun mulai terbiasa dan bisa menghafal surat yang agak lebih panjang. Walaupun memang diakui butuh waktu untuk menghafalnya sampai fasih, aku terus berusaha. Salah satu trik mudah untuk membiasakannya ialah dengan membaca surat-surat tersebut di dalam setiap rakaat shalat yang kita lakukan, ini benar-benar ampuh lohh teman, kalo ga percaya boleh dicoba :D . Ada juga trik selanjutnya, yaitu mp3, dengan mendengarkan murratal qur’an yang sudah bisa kita dapatkan dimana-mana, kita bisa membiasakan mendengarkan qur’an ini, tak terasa lidah kita pun akan lancar membaca ayat-demi ayat Al-Quran. Selanjutnya adalah trik terakhir, kalo yang satu ini sih agak aneh juga, kalin pastinya punya waktu luang kan, yang biasa dipake bengong, nongkrong ga jelas, ato mungkin dipake tidur... Nah coba deh waktu loong itu diganti dengan menghafal surat-surat yang sudah kita hafalin sebelumnya, yaa itung-itung nelancarin aja, ga usah terlalu serius, kalo kata orang tu ‘Sersan’ serius tapi santai :D

Nahhh, itu tadi cerita tentang Juz Ama yang happy ending, duh sampai terharu saya teh nulisnya juga... hhahha lebay. Mudah-mudahan bisa jadi pembelajaran buat kita semua, kalo ternyata ngafalin qur’an itu ga sesusah dan seseram yang kita bayangin. Kalo kita mau percaya, dan terus usaha, pasti bisa ko J

No comments:

Post a Comment