Wisuda, satu kata yang penuh
arti. Bagi kebanyakan teman seangkatanku, wisuda merupakan satu kata yang
sangat mereka idamkan, begitu bergelora dan menggebu dalam dada. Maklum,
namanya juga mahasiswa semester akhir, mungkin orientasinya sudah berbeda
dengan mereka yang baru saja menginjak bangku universitas. Lulus, melanjutkan
S2, bekerja, menikah, punya anak, hhhaa kata-kata itu semakin akrab ditelingaku
pasca menyandang gelar mahasiswa semsester akhir.
Ya, aku juga termasuk salah satu
dari mereka semua, yang begitu menginginkan wisuda, mengakhiri bangku
perkuliahan dan memulai babak baru kehidupan. Pastinya akan sangat banyak
tantangan di depan. Tapi memang begitulah kehidupan berputar. Semua harus
dilewati dan tentunya dibekali dengan ilmu dan agama agar semua tetap berjalan
sesuai pada porosnya.
Disatu sisi, duka juga ku rasakan
saat ini. Hampir setiap malam sebelum
tidur ku jelang, beberapa lama aku memikirkan tentang hal-hal apa saja yang
sudah aku lakukan semasa kuliah ini. Dimulai dari semester pertamaku, kedua,
ketiga, dan seterusnya hingga aku berada di akhir semester. Dan setiap kali aku
memikirkan itu, perasaanku tak pernah puas. Memang, ada banyak hal menyenangkan
yang telah kulewati, mengikuti berbagai macam kegiatan, berlomba mendapatkan
IP, bergabung dengan organisasi, klub, dan masih banyak lagi. Tapi belum cukup
aku rasakan. Nampaknya, masih banyak hal yang belum aku capai, belum aku
realisasikan, belum aku wujudkan. Dan aku masih berharap untuk mewujudkan
semuanya. Aku pikir aku punya lebih banyak tenaga untuk berusaha, namun apa
daya, waktuku tak memberi. Ya, mudah-mudahan saja di waktu kedepan aku bisa
melakukan hal-hal yang lebih memuaskan hatiku. Agar perasaan semacam ini dapat
terbayarkan.
Bagiku, wisuda itu hanya sebuah
ceremony. Walapun ia ada di akhir bangku perkuliahan, tapi bukan akhir dari
belajar dan perjuangan. Justru dengan wisuda itulah aku akan dan bisa belajar
lebih banyak lagi, bukan hanya teori, tapi juga praktik.
Salam mahasiswa!
cieeee..mahasisa :D
ReplyDelete