Monday, 17 September 2012

Menunggu Bel sekolah

Sore ini, sambil menunggu jadwal memencet bel sekolah saya duduk di depan netbook bersama beberapa rekan guru lainnya. Jadwal piket ini memaksa saya untuk berdiam di meja piket yang panjang ditemani dengan mesin bel, microfon, serta setumpukan buku-buku data siswa dan guru.

Tidaklah mudah bertugas disini, memang terdengar simpel, hanya perlu memencet bel, mendata siapa saja siswa yang melakukan pelanggaran, serta mengisi kelas yang kosong. Tapii.... sebenarnya sangat membosankan... Mataku jadi lebih mudah dan lebih ingin untuk menutup rapat, ditambah suasana ruangan yang sepi karena ditinggal para guru ke kelas, walhasil nafsu saya untuk makan jadi lebih tinggi. Mungkin terdengar aneh, tapi memang itu yang saya rasakan. Membayangkan banyaknya tukang makanan di luar sekolah membuat saya ingin mencicipinya satu per satu. 

Setelah mulai merasa kenyang dan semakin ngantuk, saya pun membuka netbook yang telah menanti untuk dinyalakan. Beberapa artikel saya baca sampai akhirnya saya rindu untuk menulis lagi. Kesibukan sekolah yang membuat saya merem melek benar-benar memberhentikan saya untuk menulis sementara. Ahh, pokoknya say kanagen dunia tulis menulis.... nantikan edisi selanjutnya yaa ceman ceman J

2 comments:

  1. Sama, kangen nulis..

    #bentar lagi nulis skripsi kok *lho? :D

    Ulan, follow mee.. follow mee ;)

    (Zakiyah)

    ReplyDelete
  2. ciyuss ciyus? miapah? mialah?

    ReplyDelete